Alasan Dibalik Turunnya Performa Liverpool

Liverpool menyerah 0-2 dari Chelsea di Stamford serta tersingkir dari FA Cup dan menggoyang kestabilan tim. Kekalahan Liverpool semakin membuat tamparan telak bagi The Reds yang akhirnya menyadari kekurangan mereka.

Pada kekalahan tersebut, Liverpool kesulitan menyerang tanpa Moh Salah dan Roberto firmino. Kedua pemain tersebut akhirnya diturunkan di babak kedua namun saat itu situasinya sudah terlambat. Sadio Mane memang menjadi Starter pada duel ini dan merupakan satu satunya pemain yang berbahaya di lapangan. Sebenarnya masih ada divock origin dan takumi minamino di lapangan namun mereka gagal memaksimalkan kesempatan tersebut.

Origi dan minamino pemain berkualitas namun jelas masih cukup jauh di bawah trio salah-mane-firmino. Masalah ini yang harus di selesaikan oleh jurgen Klopp selaku manager dan pelatih di Liverpool. Perbedaan kualitas antara trio penyerang utama dan pelapis ini menjadi salah satu alasan Liverpool untuk tergerak mendatangkan timo werner.

Jurgen Klopp sendiri membutuhkan pelapis yang bisa diandalkan untuk mengarungi banyak kompetisi sekaligus. Terbukti, the reds tersingkir dari Carabao Cup dan FA Cup musim ini karena tidak menurunkan pemain inti.

Kualitas skuad Liverpool cukup tangguh dan tidak bisa dibantah. Namun jika dibandingkan dengan rival mereka, Manchester city masihlebih banyak pemain pelapis berkualitas. Sebut aja Gabriel jesus yang bersaing ketat dengan Sergio aguero atau riyad mahrez sebagai alternative andalan dari Guardiola. Mahrez sendiri tidak selalu menjadi starter namun tetap menyuguhkan permainan yang impresif ketika mendapatkan kesempatan.

Inilah yang sedang berusaha ditiru oleh Liverpool dengan mendatangkan werner. Pemain penyerang jerman ini masih muda, berbakat dan tidak terlalu mahal. Kabarnya werner terikat klausul rilis sebesar 50 juta pundsterling yang artinya Liverpool hanya perlu bergerak cepat.

Dua kekalahan beruntun telah menunjukkan tanda-tanda kelemahan Liverpool. Pasukan dari jurgen Klopp saat ini memang sungguh kuat namun juga kehilangan sentuhan magis dan kreativitas mereka miliki dahulu dalam diri philippe coutinho.

Pekan lalu, Watford menghadiahkan kekalahan pertama yang dirasakan oleh Liverpool di premier league musim ini. Bermain di vicarage road, the reds bermain secara buruk dan dipaksa menyerah dengan tiga gol tanpa batas. Kekalahan itu mengecewakan yang mana Liverpool sudah memupus harapan untuk menutup musim tanpa kekalahan namun pada rabu kemarin Liverpool kembali merasakan pahitnya kalah.

Kali ini Liverpool ditundukkan oleh Chelsea dan tersingkir di FA cup dengan skor 0-2 namun tidak ada yang bisa membantah kekuatan Liverpool musim ini. mereka masih merupakan salah satu tim terkuat di eropa dengan lini serang mematikan dan pertahanan tangguh jadi tidak aneh bila melihat Liverpool menang dengan skor besar.

Baca juga Mattress mack kalah 2 juta taruhan terhadap kansas city chiefs.

Selain dari werner, Liverpool sudah menunjukkan bahwa mereka tidak punya sentuhan kreatif ketika pertandingan sedang berjalan sulit. Bermain menghadapi tim tim yang bertahan begitu rapi membuat Liverpool frustasi karena tidak bisa menemukan solusi.

philippe coutinho

Kekalahan itu sudah menjadi bukti namun Atletico madrid dikenal dengan ketangguhan pertahanan mereka jelas saja membuat Liverpool frustasi karena tidak bisa menemukan celah. Pada saat itu, pemain seperti coutinho yang bisa memberikan jawaban setidaknya sudah terbukti bersama Liverpool beberapa tahun lalu dan hanya butuh satu momen maka coutinho bisa mengubah arah pertandingan.

Memang sentuhan itu hilang ketika ia bertualang di Barcelona dan sekarang di Bayern munchen. Coutinho sendiri memiliki kebiasaan mencetak gol lewat tendangan jarak jauh, punya kreativitas untuk menciptakan serangan. Memang the reds sangat kuat namun sentuhan kreativitas jelas bisa menjadi pembeda dan warna baru di lapangan.